Pentingnya pemahaman lintas budaya dalam pengajaran bahasa asing di lingkungan Asia
Kata Kunci:
bahasa asing, lintas budaya, komunikasiAbstrak
Mempelajari bahasa asing tidak hanya membantu Anda memahami kosakata atau tata bahasa baru, tetapi juga membantu Anda berbicara dengan lebih baik dengan orang lain. Jadi, saat mempelajari bahasa, menguasai budaya seseorang sangat penting. Karena setiap bahasa mencerminkan banyak jenis budaya, pembelajar bahasa harus belajar tentang pemahaman budaya. Bahasa Indonesia dan Jerman juga mirip. Komunikasi yang buruk dapat berdampak buruk, terutama dalam hal kerja sama bisnis dan kemitraan lainnya. Akibatnya, guru harus mengajarkan siswa tentang budaya kedua bahasa tersebut untuk membantu mereka memahami perbedaan antara budaya Indonesia dan Jerman. Literatur yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari studi sebelumnya yang melihat perbedaan budaya dalam komunikasi lisan antara orang Jerman dan Indonesia. Selain itu, pengamatan dan penelitian referensi yang relevan mendukung pengembangan strategi yang tepat untuk belajar bahasa asing. Menurut hasil studi pustaka, siswa dapat memahami perbedaan budaya dengan berbagai cara. Beberapa budaya harus dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan di kelas, tetapi budaya lainnya harus dikomunikasikan melalui informasi. Dengan meminta siswa memahami perbedaan yang terjadi, memilih kegiatan mana yang harus dipraktekkan dan diterapkan, dan memastikan bahwa guru selalu mengawasi kegiatan untuk menghindari kesalahan pemahaman, kita dapat meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada siswa
Unduhan
Referensi
Algeo, J. 2005. The Origins and Development of The English Language (6th ed.). United State: Wadsworth.
Birukou, A., Blanzieri, E., Giorgini, P. & Giunchiglia. 2009. A Formal Definition af Culture. (University of Trento, Povo, Italy). Retrieved from: http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.154.872&rep=rep1&type=pdf
Cakir, I. 2006. Developing Cultural Awareness in Foreign Language Teaching. Turkish Online Journal of Distance Education. Retrieved from: http://dergipark.ulakbim.gov.tr/tojde/article/download/5000102833/5000095928
Culturwise’s Training Team. 2015. Understanding Cultural Awareness and Cross-Cultural Communication Skills. A Free E-Book.
Deutsch Lehren Lernen. 2013. Goethe Institut. Germany: Bonn.
Dulay, H., Burt, M., & Krashen, S. 1982. Language Two. Oxford: Oxford University Press.
Grant, C.A. & Lei, J. L. (2001). Global Construction of Multicultural Education: Theories And Realities. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Indriwardhani, S. P. 2012. Strategi Komunikasi Mahasiswa Bahasa Jerman Fakultas Sastra UM Pada Matakuliah Konversation. Bahasa dan Seni, 40 (II), 235-245. Retrieved from: http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/9.-Sri-Premeswari.pdf
Lightbown, P. M. & Spada, N. 1999. How Languages are Learned. Oxford: Oxford University Press.
Manning, P.K & Cullum-Swan. B. 1994. Narrative, Content, and Semiotic Analysis. Thousand Oaks: Sage.
Parsons, T.W. 1962. Cross-Cultural Understanding: Another Look. US: Association for Supervision and Curriculum Development.
Pennycock, A. 2001. Critical Applied Linguistics: A Critical Introduction. London: Lawrence Erlbaum Associates.
Peterson, E. & Coltrane, B. 2003. Culture in Second Language Learning. Center for Applied Linguistics. Retrieved from: https://eclass.upatras.gr/modules/document/file.php/PDE1439/Culture%20in%20Second %20Language%20Teaching.pdf
Poedjosoedarmo, S. (2017). Language propriety in Javanese. Journal of Language and Literature, 17(1), 1 - 9. https://doi.org/10.24071/joll.2017.170101
Ratnasari, D. (2019). The importance of cross-cultural understanding in foreign language teaching in the asian context. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 46(2), 124-131. https://doi.org/10.17977/um015v46i22018p124
Rondiyah, A. A., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2017). Pembelajaran sastra melalui bahasa dan budaya untuk meningkatkan pendidikan karakter kebangsaan di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). In Proceedings Education and Language International Conference (pp 141-147). Semarang, Indonesia: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Agung.
Ross, K. G & Thomson, C.A. 2008. Toward an Operational Definition of Cross-Cultural Competence from Interview Data. Florida: University of Central Florida.
Saville-Troike, M. 2006. Introducing Second Language Acquisition. Cambridge: Cambridge University Press.
Sinagatullin, I. M. 2003. Constructing Multicultural Education in a Diverse Society. London: The Scarecrow Press, Inc.
Spencer-Oatey. 2012. What is Culture? a Compilation of Quotations. Retrieved from: http://www2.warwick.ac.uk/fac/soc/al/globalpad/openhouse/interculturalskills/global_pa d_-_what_is_culture.pdf
Sugirin. 2009. Cross-Cultural Understanding: What Every EFL Teacher Should Know. Yogyakarta: FS UNY.
Schroeder, J., Risen, J. L., Gino, F., & Norton, M. I. (2019). Handshaking promotes dealmaking by signaling cooperative intent. Journal of personality and social psychology, 116(5), 743. https://doi.org/10.1037/pspi0000157
Schulz, R. A. (2007). The challenge of assessing cultural understanding in the context of foreign language instruction. Foreign language annals, 40(1), 9-26. https://doi.org/10.1111/j.1944-9720.2007.tb02851.x
Scott, H., Batten, J. P., & Kuhn, G. (2019). Why are you looking at me? It‟s because I‟m talking, but mostly because I‟m staring or not doing much. Attention, Perception, & Psychophysics, 81(1), 109-118. https://doi.org/10.3758/s13414-018-1588-6
Tobing, M. M. (2016). Kosmopolitanisme dalam setting proksemik antarbudaya (studi pada alumni kelas khusus internasional di Australia). In Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (pp. 1-11). Makassar, Indonesia: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.
Tanaka, S. 2006. English and Multiculturalism – from The Language User’s Perspective, RELC Journal, 37 (I), 47-66.
The Writing Center. 2012. Literature Reviews. CA: UNC.
Tomkova, I. 2007. Landeskunde und ihre stellung in lehrwerken für Deutsch. (Bachelor thesis, Masarykova University, Brno, Russia). Retrieved from: http://is.muni.cz/th/183850/pedf_m/Diplomova_prace.pdf
Velentzas, J. O. H. N., & Broni, G. (2014). Communication cycle: Definition, process, models and examples. In Prosiding Recent advances in financial planning and product development, (pp. 117-131). Istanbul, Turki: North Atlantic University Union.
Wijayati, P. H. 2009. Evaluasi Penyampaian Pesan dalam Komunikasi. Bahasa dan Seni, 37 (II), 158-169. Retrieved from: http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2012/01/5- Primardiana.docx.pd
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Lisensi
Lisensi Creative Commons
Jurnal di publikasi oleh English Language Education, English Language Science and Applied English berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Anda bebas untuk:
Bagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun
Beradaptasi — remix, ubah, dan kembangkan materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial
Di bawah ketentuan berikut:
Atribusi — Anda harus memberikan kredit yang sesuai, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan. Anda dapat melakukannya dengan cara apa pun yang wajar, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Berbagi Serupa — Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat berdasarkan materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya
Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi