Culture Shock of Indonesian Workers in The Field of Communication in Japan
Kata Kunci:
Indonesian worker, intercultural communication, communication, culture shockAbstrak
Warga Indonesia yang bekerja di negara lain, seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Singapore, atau Timur Tengah, disebut sebagai tenaga kerja Indonesia. Karena Jepang adalah negara maju, karyawan Indonesia harus menyesuaikan diri untuk berkomunikasi dengan orang Jepang, yang disebut "komunikasi antar budaya". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang Jepang berkomunikasi dengan satu sama lain saat menghadapi shock budaya. Jenis penelitian deskriptif kualitiatif yang digunakan dalam penelitian ini termasuk teknik analisis data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Penelitian ini mewawancarai karyawan Indonesia yang bekerja dijepang dan menemukan bahwa mereka sangat tertarik untuk bekerja di sana karena mereka menerima upah yang besar. Jepang dikenal karena sopan santunnya, masalah bahasanya, dan musimnya. Dengan demikian, mereka terus mencoba menyesuaikan diri. Selain itu, mereka meneliti secara menyeluruh lingkungan sekitar mereka dan mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru.
Unduhan
Referensi
Ahmadi Miru dan Sakka Pati. 2016. Hukum Perikatan: Penjelasan Makna Pasal 1233 Sampai 1456 BW. Cetakan Ke-7. Rajawali Pers: Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.
A Devito, Joseph. 2011. Komunikasi Antarmanusia. Karisma Publishing Group. Tanggerang Selatan
Connel, J.J. (1980). ControlFishQuality. SecondEdition. Fishing News Book. Ltd
Fitrah, Muh dan Luthfiyah. (2017). “Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus”. Jawa Barat: CV Jejak.
Gudykunst, William B. & Young Yun Kim. 2003 Communicating With Strangers: An ApproachtoInterculturalCommunication. 3rd Ed. McGraw- Hill. Boston
Mulyana, Deddy. 2004. Komunikasi Efektif Suatu Pendekatan Lintasa Budaya. Bandung: PT. RemajaRosdakarya
Moeleng J. 2007. MetodePenelitianKualitatif. Bandung:Rosdakarya.
Mulyana Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Samovar, L., Porter, Richard. dan McDaniel, Edwin R. 2010. Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.
Sukmadinata. (2004). Kurikulum dan PembalajaranKompetensi. Bandung: KesumaKarya.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Triandis, H. C. 1994. Culture and Social Behavior. New York: Mc GrawHill Toomey, S. T. & Chung, L. C (2012) Understanding
Intercultural Comuunication. Oxford University Press, Inc. Ward, C., Bochner, S., &Furnham, A. 2001.
The PsychologyofCultureShock, 2ndEd. Canada: Routledge&Kegan Paul.
Amia Luthfia (2012). Realitas Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Pada proses Adaptasi Pelajar Indonesia di Luar Negeri. 3(2), 2012, 558565
Amia Luthfia, (2015). Pentingnya Kesadaran Antar Budaya dan Kompetensi Komunikasi Antar Budaya Dalam Dunia Kerja Global. 5(1), 2015: 9-22.
Arief, Fadhilla, Taqwaddin, Nur Anisah, 2017. Adaptasi Mahasiswa Pattani di Banda Aceh dalam Upaya Menghadapi Culture Shock (Studi Pada Komuikasi Antar Budaya).
E. Sulyani (2020). Upaya meningkatkan Kemampuan Bahasa dan Kompetensi Komunikasi Antar Pribadi dalam rangka meningkatkan Profesionalisme Karyawan. Jurnal Ilmiah Manajemen 1(1), 2020.
Lusia Savitri Setyo Utami, (2015). Teori-Teori Adaptasi antar Budaya.
Melyana Gozali, Judi Djoko W. Tjahjo, Titi Nur Vidyarini. Anxiety
Muhammad Iqbal, Anggit Verdaningrum, (2016). Pengaruh Culture Shock dan Adversity Quotient Terhadap Kepuasan Kerja tenaga Kerja Indonesia (TKI) Di Hongkong.
Jurnal Kajian Wilayah, 7(2), 2016. Rumbadi, (2017). Peran dan Tanggung Jawab Kementrian Luar Negeri Melindungi WNI dan TKI di Luar Negeri. 6(2), 291-308, 2017.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fisip Unsyiah, 1(1) 2017. Tety Adyawanti (2017). Kompetensi Komunikasi, 1(2), 2017.
Yenni Hartati, Sri lanngeng Ratnasari, Ervin Nora Susanti, (2020). Pengaruh Kompetensi, Komunikasi, Dan lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Indotirta Suaka. 9(2), 294-306, 2020
Haryanti, P. (2020). Culture Shocks at Japanese Workplace of Indonesian Student Taking Internship Program in Japan. Proceeding of International Conference on Business, Economics, Social Sciences, and Humanities, 1(114), 643–649. https://doi.org/10.34010/icobest.v1i.109
Janely, C., Wulandari, F., Angelina, Y., & Tonggak Equator, P. (2022). an Analysis of Cultural Shock Encountered By Indonesian People Communicating in English in Foreign Countries. ELSA Journal, 2(2).
Mandari, W. M., & Boer, R. F. (2021). Cross-Cultural Adaptation Process of Japanese Expatriates in Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 6(2), 413. https://doi.org/10.24329/aspikom.v6i2.908
Muhajirin, & Shasrini, T. (2023). Experimental Student Experiences Intercultural Communication Competence in Overcoming the Culture Shock of Migrant Workers in Japan. Jurnal Sunan Doe, 1(4), 2985–3877. https://jurnal.institutsunandoe.ac.id/index.php/ESE
Yektiningsih, E., Astari, A. M., & Utami, Y. W. (2021). A Correlation between Working Environment and Job Experience Toward Culture Shock among Indonesian Nurses in Japan. Jurnal Ners, 16(1), 17–25. https://doi.org/10.20473/jn.v16i1.23824
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Lisensi
Lisensi Creative Commons
Jurnal di publikasi oleh English Language Education, English Language Science and Applied English berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Anda bebas untuk:
Bagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun
Beradaptasi — remix, ubah, dan kembangkan materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial
Di bawah ketentuan berikut:
Atribusi — Anda harus memberikan kredit yang sesuai, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan. Anda dapat melakukannya dengan cara apa pun yang wajar, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Berbagi Serupa — Jika Anda mencampur, mengubah, atau membuat berdasarkan materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya
Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi